Kamis, 26 Desember 2013

Sepuluh Perintah Untuk Menjadi Pendengar yang Baik

1. Jangan menghakimi atau menilai sebelum anda benar-benar mengerti. "Cukup, tak perlu bicara lagi. aku sudah tahu maksudmu. dan kamu benar-benar keliru."

2. Jangan membubuhi atau menambahi pernyataan orang lain. "Jika kau berpendapat begitu, pasti kamu akan mengalami hal itu, maka kamu juga harus menerima hal ini."

3. Jangan menganggap bahwa yang anda dengar, itulah yang benar atau itulah keadaan sebenarnya. " aku mengerti maksudmu, tak peduli apapun yang kaukatakan sekarang. aku sudah mendengarkan dengan telingaku sendiri.

4. Jangan biarkan pikiran melantur kemaana-mana. " ketika kamu mengatakan hal itu, tiba-tiba aku menyadari bahwa seleraku ternyata lebih baik daripada seleramu."

5. Jangan menutup pikiran, telinga, dan mata terhadap gagasan, kebenaran, dan pandangan yang bertentangan atau tidak anda sukai. " karena kamu membedakan lak-laki dan perempuan, aku tak mau lagi mendengar apa pun yang kaukatakan."

6. Jangan biarkan hati anda menguasai pikiran atau sebaliknya." aku tahu kamu akan mengatakan hal itu, dan aku telah memikirkannya lama sekali."

7. Janga menafsirkan perkataan orang lain, kecuali orang itu sudah menafsirkannya. " Jika aku harus berhenti bernafas, akan matikah aku?"

8. Jangan merampas waktu orang lain untuk mengemukakan pendapat sendiri." aku tak dapat menunggumu lebih lama. waktu untukmu sudah habis."

9. Jangan takut menerima koreksi, menghadapi kemajuan,atau perbaikan." aku bicara cepat dan bertubi-tubi sebab aku tak ingin mendengar apa yang hendak kamu katakan."

10. Jangan terlalu mempermasalahkan waktu, sementara anda sendiri menghindari tanggung
 jawab dalam menggunakan waktu untuk mendengarkan dan didengarkan." aku menginginkan waktu yang sama. aku ingi kamu juga mendengarkan dan merasakan hal yang sama."





                                                                                                                                
                                                                                                                                             Yunita Afrida

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar