Selasa, 11 Februari 2014

Pengorbanan Cinta

Udah berapa tetes air mata karena dia yang akhirnya aku usap buat kamu
udah berapa senyum yang akhirnya aku yang berusaha mencuri lagi
kamu mungkin gak pernah sadar, apa yang kulakuin ini selalu aja tentang kamu
semoga kamu bukan gak mau tau
                                                aku gak terlalu ngerti apa yang sebenarnya aku lakuin,
                                                aku selalu resah ngelakuin hal untuk kamu
                                                bukan karena untuk balasannya,
                                                tapi aku gelisah ngelakuin ini semua karna cinta atau terpaksa
Kemudian aku bercermin,
mata aku gak nunjukin sedikitpun keterpaksaan
aku bertahan buat kamu
entah ini tulus atau bodoh
aku gak tau benar tentang cinta,
namun yang aku tau, cinta emang berkorban sampai segininya
                                                             pengorbanannya tak pernah berbatas
                                                             sayangnya beberapa cinta berakhir tak berbalas
                                                             tapi, apa cinta yang hebat harus bertahan sampai sekarat
kamu selalu senyum ke aku
tapi bukan tersenyum bersamaku
apalagi karena aku
ketika kamu bahagia
yang ada cuma dia
                                                         jangan salahin aku ngedo'ain kamu sedih terus
                                                         karena ketika kamu sedih, aku kamu anggap ada




Kamis, 30 Januari 2014

Takdir

Aku terbangun
di pagi yang indah...
aku bersyukur dalam hening....
melihat daun yang terjatuh karna Takdir -MU

sungguh indah yang telah engkau ciptakan
Bumi dan seluruh isinya
yang tidak dapat terhitung 
untuk bagaimana menghitung nikmat-MU 

takdir-MU indah ya Rabbi



                                                                                                           Yunita Afrida

Selasa, 28 Januari 2014

Mimpi

Semua orang punya Mimpi ...
Mereka mengorbankan semua yang mereka punya 
Demi sebuah mimpi 
mimpi besar yang mereka inginkan jadi kenyataan.....


Bermimpi untuk jadi yang terbaik
usaha dan do'a 
membuat semua orang bahagia
walau hati luka



                                                                                                                  Yunita Afrida

Rabu, 22 Januari 2014

Aku belajar dari do'a mereka

Pagi ,, ku awali dengan do'a...
dan berdo'a untuk orang" yang ku sayang karna-Nya...
mungkin cuma tindakan ini yang bisa aku lakukan
mendo'akan mereka.... untuk selalu menyayangi aku

penyemangat aku adalah do'a mereka
selalu minta izin ke mereka
walaupun terkadang, mereka marah
 dan tak memberi izin buat aku

aku belajar dari semua yang mereka kasi ke aku
trus berusaha jadi yang mereka mau
walaupun terkadang   
aku buang jauh-jauh keinginan ku


Tapi aku yakin dan percaya... ini semua yang terbaik dari mereka


                                                                                                                     Yunita Afrida


Senin, 20 Januari 2014

Hikmah yang terindah ialah do'a

Aku berdoa agar diberikan kekuatan…
Namun, Allah memberikanku cobaan agar aku kuat menghadapinya..

Aku berdoa agar diberikan kebijaksanaan..
Namun, Allah memberikanku masalah agar aku mampu memecahkannya.....

Aku berdoa agar diberikan kecerdasan…
Namun, Allah memberikanku otak dan pikiran agar aku dapat belajar dari-Nya..

Aku berdoa agar diberikan keberanian…
Namun, Allah memberikanku marabahaya agar aku mampu menghadapinya..

Aku berdoa agar diberikan cinta dan kasih sayang…
Namun, Allah memberikanku orang-orang yang luka hatinya agar aku dapat berbagi dengannya..

Aku berdoa agar diberikan kebahagiaan…
Namun, Allah memberikanku pintu kesempatan agar aku dapat memanfaatkannya..

Aku tak menerima semua yang kupinta..Namun, aku mendapatkan semua yang
kuperlukan..

Semoga, jalan yang kita lalui ini, akan semakin terang dengan cahaya Allah, kemanapun kita kan melangkah.Dan, aku berdoa, semoga langkah-langkah ini tak keliru mengambil jalan selain jalan-Nya..

Semoga, semua hasrat dalam hati, semua asa dalam jiwa kita, akan selalu damai, akan selalu penuh kesejukan. Semoga, Allah melimpahkan
kebahagiaan dalam apapun yang kita lakukan.

Aamiin yaa Rabbal'Aalamiin

" UNTUK SESEORANG YANG ADA DI HATIKU "

Untuk seseorang yang Selalu ada di hatiku Maafkan aku Jika aku tak memberimu kabar..

Maafkan aku Jika aku tak memberimu kata-kata seperti Anak zaman sekarang.....

Maafkan aku..

Jika aku tidak memberikan Hadiah kepadamu Maafkan aku jika aku tidak mengajakmu jalan-jalan seperti muda-mudi sekarang Bukan karena aku tak bisaa..

Tetapi karena aku Tak ingin mengajakmu hubungan yang di larang ALLAH Aku tak ingin terjerumuskanmu kepada kemaksiatan Aku tak ingin membuatmu menyesal di kemudian hari..

Bukan aku Tak menyayangimu..

Justru karena aku sangat menyayangimu..

Karena aku tak ingin membuatmu menangis di kemudian hari..

Bukan aku tak mencintaimu..

Justru aku sangat mencintaimu, Dalam setiap Do'aku ku ucapkan Namamu kepada ALLAH, agar Ikatan Cinta kita bisa terjaga Suci..

Cukup aku mencintaimu dalam diamku..

Sampai pada waktunya yang telah di tentukan oleh ALLAH untukku dan untukmu..

karena itu Maafkanlah aku..

Minggu, 19 Januari 2014

Mahasiswa sebagai generasi perubahan

Sedikit pandangan dari sudut yang berbeda. Orang bilang, mahasiswa adalah agen perubahan, atau mungkin lebih sering kita dengar “Agent of Change”. Setujukah..?

Saya sendiri sebagai seorang mahasiswa merasa ada yang janggal dengan predikat itu. Menurut saya pribadi, agen perubahan bukan hanya ada di pundak-pundak si mahasiswa, tetapi di setiap insan yang mengaku mencintai, ingin membela dan ingin membangun ibu pertiwi ini.
Mungkin “Agen Perubahan” yang dipercayakan kepada mahasiswa bukan hanya sebuah predikat semata, melainkan ada harapan besar yang tersimpan didalamnya. Harapan untuk perubahan negeri yang semakin “tak terarah” ini. iya, tak terarah. Ini terlihat dari konstitusi yang semakin “dijauhi” oleh para pengayom negeri.
Kembali pada persoalan mahasiswa sebagai agen perubahan, ± 104 tahun yang lalu Indonesia menjadikan salah satu tanggal, yaitu tanggal 20 di bulan Mei kemarin sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Bangkit, dalam konteks ini merupakan sebuah kata sederhana yang begitu diharapkan pada negeri bernama Indonesia ini. sedangkan perubahan, merupakan pengharapan yang diletakkan pada pundak-pundak para muda-mudi Indonesia dengan ’title’ mahasiswa. Ada sinkronisasi rupanya disini.
Mahasiswa mungkin tak banyak menyadari bahwa mereka menjadi tumpuan ‘kebangkitan’ yang diharapkan negeri ini. terbukti perubahan yang mereka ciptakan tak hanya memiliki satu sisi saja, positif. Ada sisi lain yang terlihat lebih banyak ‘menggoda’ mahasiswa untuk disinggahi. Berdasarkan tinjauan saya, mahasiswa lebih dikenal sebagai ‘penyuara’. Ya, penyuara isi-isi kepala mereka. saya pribadi sebagai mahasiswa memandang ini sebagai kewajaran selama yang disuarakan adalah pembelaan terhadap yang benar, mungkin ini sebuah sikap antisipatif terhadap ke’dzalim’an stadium lanjut. Namun masih saja ada oknum-oknum yang berlebihan dalam menyuarakan sikap antisipatif mereka. Antisipatif tak harus anarkis kan..? saya sendiri sebagai seorang mahasiswa merasa resah dengan teori anarkisme yang dilambungkan atas nama mahasiswa. Mengapa harus anarkisme..?
Membaca tulisan diatas mungkin menimbulkan banyak tanya dalam benak Anda sebagai pembaca, terutama jika Anda mahasiswa. “Ya karena memang selama ini suara kami jarang didengar, atau bahkan tidak pernah, maka dari itu kami berbuat anarkis”. Itu mungkin satu klise alasan seorang mahasiswa menjawab pertanyaan saya diatas. Lalu bagaimana dengan realita..? bayangkan jika Anda pergi ke suatu tempat, dan akses yang Anda lalui untuk ke tempat tersebut terhalang oleh aksi unjuk rasa yang digelar oleh demonstran. Tak lama, sebagian dari Anda mungkin berfikir,“mahasiswa mana tuh yang demo..?”. Disini terlihat bahwa demo/unjuk rasa identik dengan keberadaan mahasiswa di dalamnya. Inikah image yang diharapkan dari seorang agen perubahan…?
Lantas bagaimana..? tidak semua kok mahasiswa anarkis..? banyak juga mahasiswa yang memang ‘lurus-lurus saja’, membawa perubahan untuk negeri ini, jangan hanya dilihat negatifnya, coba lihat positifnya..
Kalimat seperti diatas mungkin juga serupa dengan apa yang ada di benak Anda, para pembaca. Memang benar, banyak mahasiswa yang telah sukses ‘memenuhi janjinya’ sebagai agen perubahan. Tak sedikit dari mereka yang telah memajukan roda perekonomian dengan inovasi-inovasi yang mereka hadirkan. Siapapun bangga atas prestasi tersebut. Namun, inilah sesungguhnya masalahnya. Mahasiswa-mahasiswa yang seperti ini layaknya mutiara yang tertimbun, dan makin tertimbun oleh gerusan modernisasi. Kemana mereka..? seperti yang saya katakan tadi, banyak yang tak menyadari bahwa mereka dipercayakan sebagai agen perubahan dan ‘katrol pembangkit’ negeri ini.
Jumlah mahasiswa yang “lurus-lurus saja” lebih sedikit, sehingga kurang terlihat jika dibandingkan dengan mereka -mahasiswa yang anarkis. Tugas kita adalah menjadi bagian dari yang sedikit itu, walaupun menjadi mahasiswa yang “lurus-lurus saja” tidaklah mudah.
Marilah kita mahasiswa – mahasiswi Indonesia, mari kita capai predikat “The Real Agent of Change”, perubahan ada di tangan kita para pemikir-pemikir muda. Kita tidak hanya membuat orang tua atau kerabat bangga, tapi semuanya. Ya, semuanya. Mari majukan negeri yang masih memiliki harapan untuk bangkit ini. betul, negeri ini masih bisa bangkit.
Mungkin ini hanya sekedar tulisan, yang bisa saja hanya sekedar “lewat” di mata dan pikiran pembaca. Ini mungkin hanya sebuah kontribusi kecil yang bisa  saya sumbangkan melalui pemikiran saya, semoga kontribusi kecil ini bisa ikut menggerakkan nurani para mahasiswa/i untuk negeri yang sama-sama kita cintai ini.

5 Karakter Para Inovator

Menarik membaca buku yang ditulis oleh Carmine Gallo berjudul Rahasia Inovasi Steve Jobs (The Innovation Secrets of Steve Jobs). Yang membuat menarik adalah karena Carmine Gallo tidak hanya bercerita tentang bagaimana Steve Jobs membuat inovasi, tapi juga menguraikan bagaimana para inovator lain berdjoeang untuk menghasikan karya-karya besar yang bermanfaat untuk manusia. Gallo juga berhasil menyajikan sebuah benang merah, mengumpulkan karakter-karakter penting yang wajib dimiliki oleh seorang inovator. Dengan karakter-karakter inilah, para inovator bergerak dan berdjoeang sehingga akhirnya bisa menghasilkan karya inovasi yang legendaris di dunia ini. Pada tulisan ini saya menyajikan 5 karakter yang wajib dimiliki oleh para inovator, yang saya rangkumkan dari tulisan Carmine Gallo dan beberapa ide lain dari tulisan-tulisan saya di blog ini sebelumnya. Materi ini juga pernah saya sampaikan di seminar tentang technopreneurship di beberapa kampus. 
1. LAKUKAN YANG KITA CINTAI
Steve Jobs adalah contoh terbaik bagaimana dia mencintai apa yang dia lakukan. Pada tahun 1976 Steve Jobs mendirikan Apple, 10 tahun kemudian dia dikeluarkan dari perusahaan yang dia dirikan sendiri. Tak menyerah, Jobs tetap berdjoeang pelan-pelan membangun perusahaan bernama Next. Langkah berikutnya mengakuisisi divisi computer grahics dari LucasFilm, yang kemudian diberi nama Pixar. Ditangannya Pixar akhirnya melaju dan sukses dengan karya animasi legendaris seperti Toy Story. Pixar akhirnya bergabung ke Disney, di mana Jobs menjadi pemilik saham terbesar di Disney. Dengan kondisi sukses seperti itu, Jobs tetap memutuskan kembali ke Apple di tahun 1996, untuk menyelamatkan perusahaan yang dia dirikan yang kondisinya sudah hampir hancur. Dalam dua tahun, Jobs berhasil mengubah Apple yang hampir bangkrut menjadi perusahaan yang memiliki profit. Salah satu ungkapan terkenal Jobs ketika ditanya, kenapa bisa bertahan dengan semua ini, “Satu hal yang membuat saya tetap bertahan adalah bahwa saya mencintai apa yang saya lakukan”. Ya ketika kita mencintai apa yang kita lakukan, tak ada yang sanggup membuat kita berhenti dalam berdjoeang.
Cinta dan passion juga lah yang membuat James Dyson ikhlas melakukan eksperimen selama lebih dari 5 tahun, dan mengalami 5126 kegagalan dalam membuat penyedot debu dual cyclone tanpa kantung. Ketika akhirnya berhasil pun, Dyson masih harus kecewa karena tak ada satupun produsen penyedot debu di Inggris, negara kelahirannya, yang mau mengadopsi hasil karyanya. Hingga akhirnya terpaksa diproduksi sendiri dan dijual bukan di Inggris, tapi di negara yang jauh dari jangkauannya yaitu Jepang.
Eli Harari, yang mendapatkan gelar PhD dari Princenton University di bidang semikonduktor, juga pernah membuat kesalahan besar dengan mencoba berinovasi membuat alat pancing. Padahal Harari sendiri tidak suka memancing dan bahkan tidak pernah pergi memancing. Inovasinya berakhir di kegagalan besar. Ketika Harari memutuskan kembali menggeluti bidang yang dia cintai, lahirlah inovasi USB flash memory yang legendaris sampai sekarang, yang menghantarkannya mendirikan perusahaan SanDisk. Harari sendiri akhirnya terkenal dan dijuluki bapak flashdisk.
Google adalah perusahaan yang mengerti bahwa cinta dan passion bisa membuat seseorang menjadi produktif. Perusahaan yang didirikan oleh Larry Page & Sergey Brin ini membuat kebijakan Innovation Time Off, di mana pegawai boleh mengalokasikan 20% waktu kerjanya untuk melakukan pekerjaan yang mereka cintai dan jadi passion mereka. Dan beberapa tahun kemudian, kenyataan membuktikan bahwa Innovation Time Off yang sebenarnya hanya 20% dari waktu kerja formal itu, berhasil menghasilkan lebih dari 50% produk dan layanan baru google saat ini.
2. TINGGALKAN JEJAK DI ALAM SEMESTA
Visi hidup untuk meninggalkan jejak di alam semesta juga merupakan karakter wajib bagi para inovator. Mark Zuckerberg, founder facebook mengatakan bahwa, semua yang dia lakukan bukan soal menghasilkan uang, facebook dibuat supaya dunia menjadi terbuka bagi siapapun, dengan menghubungkan atribut sosial setiap orang yang membuat akun di sana.
Steve Wozniak ketika mendirikan Apple bersama Steve Jobs pada tahun 1976 mengatakan bahwa, visi mereka adalah mengubah dunia dengan menghadirkan komputer bagi orang biasa. Komputer bagi orang biasa, adalah visi dan mimpi yang terlalu besar di tahun 1976. Karena pada saat itu komputer tidak memungkinkan untuk digunakan orang awam, disamping tidak ada user interface yang memadai, aplikasi yang tidak banyak untuk pemakaian sehari-hari, juga ukuran fisiknya yang sangat-sangat besar.
Visi untuk meninggalkan jejak ini penting ketika kita mengamati bagaimana Xerox seharusnya bisa menguasai seluruh industri teknologi informasi di era tahun 1970an. Karena mereka menjadi pioner di hampir semua produk canggih dalam dunia teknologi informasi. Xerox dengan Palo Alto Research Center (PARC) nya sudah berhasil mengembangkan aplikasi berbasis graphical user interface (GUI) dan device mouse, yang di era itu, belum ada yang berhasil memproduksinya. Justru kunjungan Steve Jobs ke PARC yang akhirnya menjadi kunjungan paling bersejarah dalam dunia industri PC (personal computer), karena Steve Jobs lah yang akhirnya bisa berinovasi dengan mencontek produk Xerox PARC untuk pengembangan produk Apple yang bervisi komputer yang bisa digunakan untuk orang biasa. Steve Jobs mengungkapkan bahwa seandainya Xerox mempunyai visi untuk meninggalkan jejak di alam semesta ini, kondisi saat ini akan berbeda. Sebaliknya, Adele Goldberg, salah satu founder dan petinggi Xerox mengatakan bahwa, “mengizinkan Steve Jobs berkunjung ke Xerox PARC adalah keputusan paling buruk dalam sejarah korporasi di dunia”.
3. PERAS OTAK
Tidak ada manusia yang bodoh, karena otak manusia yang beratnya 1 kg, ternyata hanya dipakai kurang dari 1% oleh manusia biasa, dan hanya 4-5% oleh manusia jenius seperti Albert Einstein. Masih tersisa 95-99% dari otak kita yang menganggur alias belum kita pakai. Saya pernah menulis tentang ini dalam artikel defargmentasi otak. Harus kita sadari bahwa kita belum maksimal menggunakan otak kita. Kebodohan bukanlah karena kita tidak ada kemampuan untuk menjadi pintar, kebodohan adalah ketidakmauan kita untuk belajar dan bekerja keras. Kisah perjalanan hidup Adam Khoo dalam bukunya “I am gifted and so are you …”, menyadarkan kita bahwa tak ada manusia bodoh di dunia ini. Adam Khoo yang ketika SD mendapatkan nilai selalu buruk dan dicap bodoh, kemudian pelan-pelan bangkit dan berhasil menjadi nomer 1 di SMP, SMA dan universitas, hingga akhirnya dengan usaha dan belajar kerasnya berhasil menjadi milyader termuda pada usia 25 tahun di Singapura.
Aaron Stern bahkan menempuh langkah gila untk membuktikan bahwa jenius itu tidak dilahirkan, tapi jenius itu bisa diciptakan. Penelitian dilakukan dengan obyek penelitian putrinya sendiri bernama Edith Stern. Edith sejak lahir dididik dalam lingkungan steril yang mendukung untuk menjadikannya cerdas. Hasilnya, Edith berhasil menyelesaikan membaca Encyclopedia Britanica pada umur 5 tahun, memiliki IQ 200, dan mendapatkan PhD di bidang matematika pada umur 15 tahun. Project Edith yang digagas Aaron Stern membuktikan bahwa kecerdasan manusia bisa dilatih untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi. Sekali lagi tidak ada manusia di dunia ini yang bodoh, yang ada adalah manusia yang tidak mau berusaha dan bekerja keras.
4. BERPIKIR BERBEDA
oger Wolcott Sperry, salah satu pakar neurologi mengatakan bahwa otak manusia terdiri dari dua hemisfer, otak kanan dan otak kiri, yang mempunyai fungsi yang berbeda. Otak kiri cenderung mengurusi hal logis, algoritmis dan matematis, sedangkan otak kanan mengurusi intuisi dan imajinasi. Manusia cerdas adalah manusia yang bisa mengkombinasikan otak kiri dan kanan. Banyak orang menyangka bahwa harus selalu berpikir secara logis, padahal kenyataannya, keputusan bisnis sering dikeluarkan dengan menggunakan insting dan intuisi yang notabene menggunakan otak kanan. Bahkan seorang Albert Einstein yang boleh dikatakan jenius di bidang sains dan ilmu eksakta, mengatakan bahwa imajinasi lebih penting daripada pengetahuan. Dengan imajinasi dari otak kanan, Einstein bisa bebas tanpa batas memformulasikan berbagai teori yang ada di luar jangkauan logika manusia pada masa itu.
Steve Jobs juga mengandalkan konsep berpikir berbeda dengan menyeimbangkan otak kiri dan kanan ketika mengembangkan produk Apple. Apple meluncurkan produk iPod, sebuah alat pemutar musik, yang sebenarnya adalah produk biasa dan sudah ada sebelumnya. Perbedaan dengan produk pemutar musik lainnya adalah kemampuan Jobs menghubungkan iPod dengan layanan penjualan musik yang dia bangun bernama iTunes. Asosiasi device iPod dan iTunes adalah ide kreatif yang pada masanya belum ada yang mencoba mengembangkannya.
5. GUNAKAN BAHASA MANUSIA
Karakter inovator terakhir adalah kemampuan dalam menyampaikan pesan. Pakar komunikasi Gregory Berns mengatakan bahwa seseorang bisa memiliki ide hebat yang baru dan berbeda, tapi semua akan sia-sia jika tidak bisa meyakinkan banyak orang. Salah satu faktor yang membuat kita mampu meyakinkan orang lain adalah ketika kita mampu mengubah bahasa teknik yang sulit ke bahasa yang mudah dipahami oleh manusia biasa. Berbicara dengan bahasa manusia sudah sering saya uraikan di blog ini, misalnya tulisan berjudul Wahai Dosen, Berbicaralah dengan Bahasa Manusia.
Marc Russell Benioff, founder SalesForce, perusahaan yang bergerak di bidang layanan aplikasi cloud menggunakan istilah menarik untuk membahasa manusiakan terminologi cloud computing. The end of software, demikian jargon SalesForce. Benioff ingin menunjukkan bahwa masa menjual software dengan cara biasa sudah selesai, dan sekarang waktunya untuk menjual software sebagai suatu layanan (software as a service). Dengan ini, menggunakan software itu kondisinya sama seperti kita menggunakan listrik atau telepon. Kita hanya perlu membayar sewa dari layanan (software) yang kita gunakan secara periodik, baik bulanan atau tahunan.
Ketika launching iPad, Steve Jobs tidak menggunakan kalimat teknik yang sulit dan canggih, dia hanya mengatakan bahwa, “iPad adalah alat ajaib yang revolusioner dengan harga yang mencengangkan”. Ketika memperkenalkan MacBook Air, Jobs juga hanya mengatakan “MacBook Air adalah notebook paling tipis sedunia”. iPod disajikan Steve Jobs dengan bahasa, “iPod, seribu lagu di sakumu”. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Todd Bishop, kalimat yang digunakan oleh Steve Jobs memiliki indeks fog antara 5-7, sementara tokoh-tokoh IT lain seperti Bill Gates memiliki indeks fog 9-11. Indeks fog adalah jumlah tahun pendidikan yang diperlukan seorang pembaca untuk memahami sebuah perkataan. Bayangkan anak SD kelas 6 pun tidak kesulitan mengikuti pidato dari Steve Jobs!


5 karakter inovator, sudahkah kita miliki? Mudah-mudahan kita semua tetap dalam perjuangan untuk meraihnya.

Jumat, 17 Januari 2014

Latihan tentang Kriptografi



Berikut ini adalah desain n cara penyelesaiannya....
Tugas kriptografi Belajar Bahasa Pemrograman

1.  Tampilan Dari Menu Utama 
Desaignnya :
 
Berikut ini adalah cara memanggil form-form yang akan ditampilkan dari menu Utama
 listing program
Public Class Form1

    Private Sub KriptografiCaesarToolStripMenuItem_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles KriptografiCaesarToolStripMenuItem.Click
        Caesar.MdiParent = Me
        Caesar.Show()
    End Sub

    Private Sub KriptografiVernamToolStripMenuItem_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles KriptografiVernamToolStripMenuItem.Click
        Vernam.MdiParent = Me
        Vernam.Show()
    End Sub

    Private Sub KriptografiGrondsfeldToolStripMenuItem_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles KriptografiGrondsfeldToolStripMenuItem.Click
        Gronsfeld.MdiParent = Me
        Gronsfeld.Show()
    End Sub

    Private Sub KriptografiVigenereToolStripMenuItem_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles KriptografiVigenereToolStripMenuItem.Click
        Vigenere.MdiParent = Me
        Vigenere.Show()
    End Sub
End Class

Hasil program :


2.  Tampilan Dari Pemograman Kriptografi Caesar
     Designnya :
Listing Program :
Public Class Caesar

    Private Sub BtnEnkripsi_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles BtnEnkripsi.Click
        Dim x As String = ""
        Dim xkalimat As String = ""
        For i = 1 To Len(plain.Text)
            x = Mid(plain.Text, i, i)
            x = Chr(Asc(x) + 3)
            xkalimat = xkalimat + x

        Next
        chiper.Text = xkalimat
    End Sub

    Private Sub Btndeskripsi_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btndeskripsi.Click
        Dim x As String = ""
        Dim xkalimat As String = ""
        For i = 1 To Len(plain.Text)
            x = Mid(plain.Text, i, i)
            x = Chr(Asc(x) - 3)
            xkalimat = xkalimat + x

        Next
        chiper.Text = xkalimat
    End Sub
End Class

Hasil Program setelah menggunakan enkripsi : 
3.  Cara penyelesaian Pemograman Kriptografi Vernam
    Designya :
Listing Program
Public Class Vernam

    Private Sub Vernam_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        plainteks.Text = ""
        Kunci.Text = ""
        chiperteks.Text = ""
    End Sub

    Private Sub BtnEnkripsi_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles BtnEnkripsi.Click
        Dim j As Integer
        Dim jum As Integer
        Dim sKey As String
        Dim nKata As Integer
        Dim nKunci As Integer
        Dim sKata As String
        Dim sPlain As String = ""
        Dim nEnc As Integer
        j = 0
        sKata = plainteks.Text
        jum = Len(sKata)
        sKey = Kunci.Text

        For i = 1 To jum
            If j = Len(sKey) Then
                j = 1
            Else
                j = j + 1
            End If
            nKata = Asc(Mid(sKata, i, 1)) - 65
            nKunci = Asc(Mid(sKey, j, 1)) - 65
            nEnc = ((nKata + nKunci) Mod 26)
            sPlain = sPlain & Chr((nEnc) + 65)

        Next i
        chiperteks.Text = sPlain

    End Sub

    Private Sub plainteks_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles plainteks.KeyPress
        e.KeyChar = UCase(e.KeyChar)
        Dim tombol As Integer = Asc(e.KeyChar)

        If Not (((tombol >= 65) And (tombol <= 90)) Or (tombol = 8)) Then
            e.Handled = True
        End If

    End Sub

    Private Sub Kunci_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles Kunci.KeyPress
        e.KeyChar = UCase(e.KeyChar)
        Dim tombol As Integer = Asc(e.KeyChar)
        If Not (((tombol >= 65) And (tombol <= 90)) Or (tombol = 8)) Then
            e.Handled = True
        End If
    End Sub
End Class
Hasil Program setelah menggunakan Enkripsi :

4.  Cara Penyelesaian Pemograman Kriptografi Gronsfeld
  Designya :

 Listing Program

 Public Class Gronsfeld

    Private Sub Gronsfeld_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        plainteks.Text = ""
        Kunci.Text = ""
        chiperteks.Text = ""

    End Sub

    Private Sub BtnEnkripsi_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles BtnEnkripsi.Click
        Dim j As Integer
        Dim jum As Integer
        Dim skey As String
        Dim nkata As Integer
        Dim nkunci As Integer
        Dim skata As String
        Dim splain As String = ""
        Dim nEnc As Integer
        j = 0
        skata = plainteks.Text
        jum = Len(skata)
        skey = Kunci.Text
        For i = 1 To jum
            If j = Len(skey) Then
                j = 1
            Else
                j = j + 1
            End If
            nkata = Asc(Mid(skata, i, 1)) - 65
            nkunci = Asc(Mid(skey, j, 1)) - 48
            nEnc = (nkata + nkunci) Mod 26
            splain = splain & Chr((nEnc) + 65)

        Next i
        chiperteks.Text = splain
    End Sub

    Private Sub plainteks_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles plainteks.KeyPress
        If ((e.KeyChar >= "0" And e.KeyChar <= "9") And e.KeyChar <> vbBack) Then e.Handled = True
    End Sub

    Private Sub Kunci_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles Kunci.KeyPress
        If Not ((e.KeyChar >= "0" And e.KeyChar <= "9") Or e.KeyChar = vbBack) Then e.Handled = True
    End Sub
End Class

Hasil Program setelah menggunakan Enkripsi :




5 . Cara penyelesaian Kriptografi Vigenere
 Designya :

 Listing Program

Public Class Vigenere

    Private Sub BtnEnkripsi_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles BtnEnkripsi.Click
        chiperteks.Text = Enkripsi(plainteks.Text, Kunci.Text)
    End Sub
    Function Enkripsi(ByVal Teks As String, ByVal Kunci As String) As String
        Dim j As Integer
        Dim jum As Integer
        Dim sKey As String
        Dim nKata As Integer
        Dim nKunci As Integer
        Dim sKata As String
        Dim sPlain As String
        Dim nEnc As Integer
        j = 0
        jum = Len(Teks)
        sPlain = ""
        sKey = Kunci
        sKata = Teks
        For i = 1 To jum
            If j = Len(sKey) Then
                j = 1
            Else
                j = j + 1
            End If
            nKata = Asc(Mid(sKata, i, 1))

            nKunci = Asc(Mid(sKey, j, 1))

            nEnc = ((nKata + nKunci) Mod 256)

            sPlain = sPlain & Chr((nEnc))
        Next i
        Enkripsi = sPlain
    End Function
End Class

Hasil Program setelah menggunakan enkripsi:



Tampilan dari menu Utama menghasilkan gabungan program yang ada di File



Selesai.......
Semoga Bermanfaat (^_^)




                                                                                                                         Yunita Afrida

Kamis, 16 Januari 2014

BIT dan BYTE

BIT dan BYTE

Kali ini kita akan membahas apa itu BIT dan BYTE. Mungkin banyak di antara kita sudah mengerti tentang topik ini, namun tidak ada salahnya kita mengulang kembali pelajaran jaman SMA.

Sering kita mendengar, "Komputer ini mempunyai 32-bit Pentium processor dengan Ram 64 megabytes dan Kapasitas Hard Disk 2.1 gigabytes."

BIT
BIT adalah singkatan dari BINARY DIGIT atau Bilangan BINER. Nah bilangan yang umum digunakan adalah bilangan Desimal atau DESIMAL DIGIT (biasa disebut DIGIT). Desimal terdiri dari 10 angka yaitu 0 - 9.
Lho kenapa yang umum dipake DESIMAL DIGIT? Jawabannya sederhana saja, karena kita punya 10 Jari. DIGIT berasal dari bahasa Latin yang artinya jari. Jari kita ada 10 makanya kita pake DESIMAL (Desimal dari bahasa latin, Decimus yang berarti Sepuluh).
Coba kalo suatu saat kita berevolusi dan jari kita jadi 8, mungkin sistem bilangan yang digunakan bisa berubah. :)

Contoh bilangan Desimal = 6357
kalau kita jabarkan satu persatu berdasarkan posisi angkanya maka akan seperti ini:
6 di posisi Ribuan = 1000 = 10 ^ 3
3 di posisi Ratusan = 100 = 10 ^ 2
5 di posisi Puluhan = 10 = 10 ^ 1
7 di posisi Satuan = 1 = 10 ^ 0

Jadi 6357 kalau dijabarkan akan jadi seperti ini:
(6 * 1000) + (3 * 100) + (5 * 10) + (7 * 1) = 6000 + 300 + 50 + 7 = 6357

atau dalam bentuk pangkat:
(6 * 10^3) + (3 * 10^2) + (5 * 10^1) + (7 * 10^0) = 6000 + 300 + 50 + 7 = 6357


Seperti yang sudah kita ketahui di atas, BIT itu singkatan dari BINARY DIGIT atau Bilangan Biner. Nah Bilangan Biner itu cuma terdiri dari 2 Angka yaitu 0 dan 1. Terus ngitungnya gimana? Sama kayak bilangan desimal yang sudah dijabarin di atas, cuma kalo di desimal menggunakan 10 ^ sekian, di biner menggunakan 2 ^ sekian.

Biar lebih jelas kita masuk ke contoh.
Misalnya 1011 bit = berapa desimal?
kita jabarin angkanya satu-satu seperti pada bilangan desimal dalam contoh sebelumnya.
1 = 2^3
0 = 2^2
1 = 2^1
1 = 2^0
Jadi 1011 kalau dijabarkan dalam bentuk pangkat akan jadi seperti ini:
(1 * 2^3) + (0 * 2^2) + (1 * 2^1) + (1 * 2^0) = 8 + 0 + 2 + 1 = 11
Jadi 1011 bit itu = 11

contoh lainnya:Mudah-mudahan sampai di sini kita sudah tahu BIT itu apa, nah sekarang kita lanjut ke BYTE.

BYTE
Satu BYTE itu sama dengan 8 BIT per sampel atau gampangnya 8 pasang BIT. maksud dari 8 bit per sampel adalah 00000000 atau 11111111 atau 10001110.

Dengan 8 BITs dalam 1 BYTE, kita mempunyai range nilai antara 0 - 255, yaitu:
0 = 00000000
1 = 00000001
2 = 00000010
.
.
.
254 = 11111110
255 = 11111111

Nilai terendah dalam 1 BYTE adalah 00000000 dan nilai tertingginya 11111111. artinya setiap 1 BYTE mempunyai kapasitas data sampai 11111111 bit atau 255 (dalam desimal).

Nah kalau 2 BYTE gimana? Kalau 2 byte berarti kita punya 16 bit per sampel. Yang artinya range kapasitas 2 BYTE adalah antara 0 sampai 65,535.
0 = 0000000000000000
1 = 0000000000000001
2 = 0000000000000010
.
.
.
65534 = 1111111111111110
65535 = 1111111111111111
Dimana nilai terendah 2 BYTE adalah 0000000000000000 bit
dan nilai tertinggi 2 BYTE adalah 1111111111111111 bit.

Ada beberapa kata yang bisa kita dengar sebagai awalan kata byte; seperti mega, giga, dan tera. Hubungan antara MEGA, KILO, TERA dan lain sebagainya dapat dilihat dalam tabel berikut:

Kalau kita mempunyai RAM 2 Giga Bytes (GB) berarti 2 Miliar BYTES atau tepatnya 2,147,483,648 bytes. 256 MB berarti sekitar 256.000.000 BYTES. Berarti ada 256 MB = 256.000.000 x 8 bit per sampel = 2048 juta bit per sampel. Artinya range 256 MB adalah 0000...sampai 2048 juta kali - 1111...2048 juta kali.
Contoh aplikasi senderhana 1 BYTE pada komputer terdapat dalam bilangan ASCII (American Standard Code for Information Interchange) -- ASCII merupakan suatu standar internasional dalam kode huruf dan simbol seperti Hex dan Unicode.
Kita sudah tahu kalau range 1 BYTE adalah 0 - 255. Nah bilangan ASCII dalam komputer memanfaatkan setiap nilai 0 - 255, total kombinasi yang dihasilkan sebanyak 256. Nilai tersebut dimanfaatkan untuk mengkorespondensikan karakter huruf ke dalam bentuk BIT.
Contoh:
Ketika kita menekan huruf o pada keyboard maka komputer akan membacanya dalam bentuk nilai 111 dalam desimal atau dalam 8 BIT per sampel (BYTE) = 01101111. Ini terjadi karena komputer hanya memahami angka.

Dalam ASCII huruf besar dan kecil punya kode yang berbeda. seperti terlihat pada contoh berikut (dalam desimal):
A = 65
B = 66
C = 67
F = 70
Z = 90
a = 97
b = 98
c = 99
d = 100
r = 114
z = 122
{ = 123
| = 124
} = 125
~ = 126
delete = 127
Spasi = 32
untuk lebih lengkapnya dapat dilihat dalam tabel karakter ASCII berikut:
Kode ASCII tambahan:
Demikian dulu penjelasan tentang bit dan byte. semoga bermanfaat.

ROM

ROM

ROM kependekan dari Read Only Memory, yaitu perangkat keras pada komputer berupa chip memori semikonduktor yang isinya hanya dapat dibaca. ROM tidak dapat digolongkan sebagai RAM, walaupun keduanya memiliki kesamaan yaitu dapat diakses secara acak (random). ROM berbeda dengan RAM. Perbedaan diantara keduanya antara lain:
  1. ROM tidak dapat diisi atau ditulisi data sewaktu-waktu seperti RAM. Pengisian atau penulisan data, informasi, ataupun program pada ROM memerlukan proses khusus yang tidak semudah dan se-fleksibel cara penulisan pada RAM. Biasanya, data atau program yang tertulis pada ROM diisi oleh pabrik yang membuatnya. Umumnya ROM digunakan untuk menyimpan firmware, yaitu perangkat lunak yang berhubungan dengan perangkat keras. Contoh ROM semacam ini adalah ROM BIOS. ROM BIOS berisi program dasar sistem komputer yang berfungsi untuk mengatur dan menyiapkan semua peralatan atau komponen yang ada atau yang terpasang pada komputer saat komputer ‘dinyalakan/dihidupkan’.
  2. Informasi/data/program yang tertulis pada ROM (isi ROM) bersifat permanen dan tidak mudah hilang dan tidak mudah berubah walaupun komputer ‘dimatikan’ atau dalam keadaan mati (off). Sedangkan pada RAM, semua isinya (baik berupa data, program atau informasi) akan hilang dengan sendirinya jika komputer ‘dimatikan’ (dalam keadaan off).
  3. ROM dapat menyimpan data tanpa membutuhkan daya. Itulah sebabnya data dalam ROM tidak akan hilang walaupun komputer mati. Sedangkan RAM membutuhkan daya agar dapat menyimpan data, jika RAM tidak mendapatkan daya, dengan sendirinya tidak akan dapat menyimpan data. Hal inilah yang menyebabkan data yang terdapat dalam RAM secara otomatis akan hilang bila komputer mati (off).
  4. ROM modern sering ditemukan dalam bentuk IC (Integrated Circuit), sama seperti RAM yag wujudnya kebanyakan juga berupa IC. Teks atau kode yang tertulis pada kedua jenis IC ini berbeda. IC ROM biasanya memiliki kode tulisan (teks) 27xxx. Angka 27 menunjukkan kode untuk ROM, sedangkan xxx menjunjukkan kapasitas ROM dalan satuan kilo bit.

Fungsi ROM
Seperti telah diungkapkan sebelumnya bahwa umumnya ROM digunakan untuk menyimpan firmware. Pada perangkat komputer, sering ditemukan untuk menyimpan BIOS. Pada saat sebuah komputer dinyalakan, BIOS tersebut dapat langsung dieksekusi dengan cepat, tanpa harus menunggu untuk menyalakan perangkat media penyimpan lebih dahulu seperti yang umum terjadi pada alat penyimpan lain selain ROM.
Umumnya, pada media simpan lain, jika dieksekusi untuk dibaca isi atau datanya, media simpan tersebut harus dinyalakan lebih dahulu sebelum dibaca, yang tentu saja membutuhkan waktu agak lama. Hal seperti ini tidak terjadi pada ROM.
Pada komputer (PC) modern, BIOS disimpan dalam chip ROM yang dapat ditulisi ulang secara elektrik yang dikenal dengan nama Flash ROM. Itulah sebabnya istilah flash BIOS lebih populer daripada ROM BIOS.
Jenis ROM
Sampai sekarang dikenal beberapa jenis ROM yang pernah beredar dan terpasang pada komputer, antara lain Mask ROM, PROM, EPROM, EAROM, EEPROM, dan Flash Memory. Berikut ini disajikan uraian singkat dari masing-masing jenis ROM tersebut.
PROM
PROM kependekan dari Programmable Read Only Memory. PROM adalah salah satu jenis ROM, merupakan alat penyimpan berupa memori (memory device) yang hanya bisa dibaca isinya. PROM memang tergolong memori non-volatile, artinya program yang tersimpan di dalamnya tidak akan hilang walaupun komputer dimatikan (tidak mendapatkan daya listrik). Program yang tersimpan di dalamnya bersifat permanen. Biasanya digunakan untuk menyimpan program bahasa mesin yang sudah menjadi bagian hardware (perangkat keras) komputer. Contohnya adalah program yang men-start komputer ketika komputer baru dinyalakan (di-on-kan).
Program yang ada di dalam PROM diisi oleh pabrik pembuatnya. Pengisian program ke dalam PROM menggunakan alat khusus bernama PROM burner, atau PROM Writer Program atau informasi yang telah diisikan atau direkamkan ke dalam PROM, tidak dapat dihapus lagi.
EPROM
EPROM kependekan dari Erasable Programmable Read Only Memory. EPROM berbeda dengan PROM. EPROM adalah jenis chip memori yang dapat ditulisi program secara elektris. Program atau informasi yang tersimpan di dalam EPROM dapat dihapus bila terkena sinar ultraviolet dan dapat ditulisi kembali. Kesamaannya dengan PROM adalah keduanya merupakan jenis ROM, termasuk memori non-volatile, data yang tersimpan di dalamnya tidak bisa hilang walaupun komputer dimatikan, tidak membutuhkan daya listrik untuk mempertahankan atau menjaga informasi atau program yang tersimpan di dalamnya.
Alat yang dapat digunakan untuk menghapus isi chip EPROM adalah UV PROM eraser. Alat ini akan menyinarkan sinar ultraviolet ke memori tempat data disimpan dalam chip EPROM (disinarkan tepat pada lubang kuarsa bening). Dengan demikian, chip EPROM dapat digunakan kembali dan dapat diisikan informasi/program baru ke dalamnya. Informasi lain menyebutkan bahwa alat yang dapat digunakan untuk menghapus isi EPROM adalah EPROM Rewriter.
EEPROM
EEPROM kependekan dari Electrically Erasable Programmable Read Only Memory. Seperti halnya PROM dan EPROM, EEPROM merupakan memori non-volatile. Informasi, data atau program yang tersimpan di dalamnya tidak akan hilang walaupun komputer dimatikan, dan tidak membutuhkan daya listrik untuk mempertahankan atau menjaga informasi atau program yang tersimpan di dalamnya.
EEPROM adalah komponen yang banyak digunakan dalam komputer dan peralatan elektronik lain untuk menyimpan konfigurasi data pada peralatan elektronik tersebut. Kapasitas atau daya tampung simpan datanya sangat terbatas. Pada sistem hardware komputer, chip EEPROM umumnya digunakan untuk menyimpan data konfigurasi BIOS dan pengaturan (setting) sistem yang berhubungan dengannya.
EEPROM memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan EPROM. EEPROM dapat dihapus secara elektris menggunakan sinar ultraviolet, sehingga proses penghapusannya lebih cepat dibandingkan EPROM. Penghapusan juga dapat dilakukan secara elektrik dari papan circuit dengan menggunakan perangkat lunak EEPROM Programmer. Alat yang dapat digunakan untuk menghapus isi EEPROM disebut EEPROM Rewriter. Produk EEPROM versi awal, hanya dapat dihapus dan diisi ulang kurang lebih sebanyak 100 kali. Sedangkan produk-produk terbaru dapat dihapus dan diisi ulang (erase-rewrite) sampai ribuan kali (bahkan beberapa informasi menyebutkan mampu sampai 100 ribu kali)
Flash Memory
Flash memory yang dikenal pula dengan sebutan memori flash, adalah memori sejenis EEPROM yang memberikan banyak lokasi memori untuk dihapus atau ditulisi dalam suatu operasi pemrograman. Flash memory tetap dapat menyimpan data tanpa memerlukan penyediaan listrik. Penulisan ke dalam flash memori dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut EEPROM Writer atau software yang dapat menulisi Flash ROM. Sedangkan penghapusan datanya dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut EEPROM Writer, atau langsung secara elektrik dari papan sirkuit dengan menggunakan software Flash BIOS Programmer.
Memori jenis ini banyak digunakan dalam kartu memori, drive flash USB, kamera digital, pemutar MP3, hingga telepon genggam.
BIOS dan ROM
BIOS memang berkaitan erat dengan ROM, sebab sebagian besar BIOS yang terdapat di dalam perangkat keras komputer disimpan di dalam ROM, baik PROM, EPROM, EEPROM, Flash ROM, ataupun jenis ROM lainnya. Namun, setelah tahun 1995, EEPROM dan Flash Memory lebih banyak digunakan daripada jenis ROM lainnya karena BIOS yang terdapat pada kedua jenis ROM ini mudah dihapus dan ditulisi lagi sehingga membuka kemungkinan dilakukannya update BIOS. Update BIOS seringkali diperlukan oleh para pengguna komputer karena beberapa alasan, antara lain:
  1. Untuk mendukung prosesor yang lebih baru, sebab pengguna komputer baru saja mengganti prosesor yang lama dengan prosesor tipe baru untuk mendapatkan kinerja yang lebih baik.
  2. Untuk mendukung perangkat lain yang baru dipasangkan karena BIOS yang lama belum memberikan dukungan pada perangkat tipe baru tersebut.
  3. Adanya bug yang mengganggu pada BIOS yang lama.
  4. Atau berbagai alasan lainnya.
Para produsen motherboard sering menyediakan BIOS versi baru untuk meningkatkan kemampuan produk mereka atau untuk membuang bug-bug yang mengganggu. Adanya bug-bug pada BIOS biasanya baru diketahui setelah BIOS tersebut dirilis. Oleh karena itu BIOS yang ber-bug harus di-update dengan BIOS versi yang lebih baru yang merupakan edisi perbaikan dari BIOS yang lama.
Proses update BIOS harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati. Proses update yang tidak benar dapat mengakibatkan tidak berfungsinya motherboard (motherboard mati), karena firmware yang digunakan untuk membantu proses booting (BIOS) tidak dapat berfungsi. Kerusakan yang terjadi bukan kerusakan fisik komponen motherboard, tetapi kerusakan software BIOS (firmware) yang ada pada EEPROM atau Flash Memory.
Kebanyakan BIOS pada saat ini, memiliki sebuah region (lokasi) di dalam EEPROM atau Flash Memory yang disebut dengan istilah Boot Block yang sengaja ‘dilindungi’ dan tidak dapat di-upgrade. Ketika komputer dinyalakan, Boot Block tersebut selalu dieksekusi pertamakali. Kode dari Boot Block akan mem-verifikasi BIOS untuk mengetahui apakah BIOS dalam kondisi normal atau rusak. Apabila BIOS dalam kondisi normal (tidak rusak), komputer segera mengeksekusi BIOS itu sendiri. Sebaliknya, bila ternyata BIOS mengalami kerusakan, maka boot block akan menampilkan pesan di layar monitor agar pengguna komputer melakukan pemrograman (pengisian) BIOS lagi dengan menggunakan versi BIOS yang sama atau di-update dengan versi BIOS yang lebih baik. Program BIOS yang digunakan untuk meng-update biasanya disimpan di dalam disket, di dalamnya tersimpan flash memory programmer dan image BIOS.

Sabtu, 04 Januari 2014

Luka

jika tawa ini membuat luka, aku minta maaf atas tawa itu, ketidaktauan ku yang membuat hati luka, aku akan terima semua yang akan aku dengar darimu.... 

Tuhan, hukum aku jika aku bersalah, tpii aku mohon bukakan pintu maaf dia buat aku... jangan biarkan dia marah denganku, atas ketidaksengajaan tawa itu Tuhan.....

aku dan tawa itu akan berpisah... tangis dan airmata yang akan menemani aku saat ini.... Tuhan,,, jika Engkau tawarkan lagi tawa untukku, tolong kendalikan tawa itu untukku... 

aku tak ingin membuat luka atas tawa itu Tuhan....






                                                                                                                               Yunita Afrida