Selasa, 11 Februari 2014

Pengorbanan Cinta

Udah berapa tetes air mata karena dia yang akhirnya aku usap buat kamu
udah berapa senyum yang akhirnya aku yang berusaha mencuri lagi
kamu mungkin gak pernah sadar, apa yang kulakuin ini selalu aja tentang kamu
semoga kamu bukan gak mau tau
                                                aku gak terlalu ngerti apa yang sebenarnya aku lakuin,
                                                aku selalu resah ngelakuin hal untuk kamu
                                                bukan karena untuk balasannya,
                                                tapi aku gelisah ngelakuin ini semua karna cinta atau terpaksa
Kemudian aku bercermin,
mata aku gak nunjukin sedikitpun keterpaksaan
aku bertahan buat kamu
entah ini tulus atau bodoh
aku gak tau benar tentang cinta,
namun yang aku tau, cinta emang berkorban sampai segininya
                                                             pengorbanannya tak pernah berbatas
                                                             sayangnya beberapa cinta berakhir tak berbalas
                                                             tapi, apa cinta yang hebat harus bertahan sampai sekarat
kamu selalu senyum ke aku
tapi bukan tersenyum bersamaku
apalagi karena aku
ketika kamu bahagia
yang ada cuma dia
                                                         jangan salahin aku ngedo'ain kamu sedih terus
                                                         karena ketika kamu sedih, aku kamu anggap ada




Kamis, 30 Januari 2014

Takdir

Aku terbangun
di pagi yang indah...
aku bersyukur dalam hening....
melihat daun yang terjatuh karna Takdir -MU

sungguh indah yang telah engkau ciptakan
Bumi dan seluruh isinya
yang tidak dapat terhitung 
untuk bagaimana menghitung nikmat-MU 

takdir-MU indah ya Rabbi



                                                                                                           Yunita Afrida

Selasa, 28 Januari 2014

Mimpi

Semua orang punya Mimpi ...
Mereka mengorbankan semua yang mereka punya 
Demi sebuah mimpi 
mimpi besar yang mereka inginkan jadi kenyataan.....


Bermimpi untuk jadi yang terbaik
usaha dan do'a 
membuat semua orang bahagia
walau hati luka



                                                                                                                  Yunita Afrida

Rabu, 22 Januari 2014

Aku belajar dari do'a mereka

Pagi ,, ku awali dengan do'a...
dan berdo'a untuk orang" yang ku sayang karna-Nya...
mungkin cuma tindakan ini yang bisa aku lakukan
mendo'akan mereka.... untuk selalu menyayangi aku

penyemangat aku adalah do'a mereka
selalu minta izin ke mereka
walaupun terkadang, mereka marah
 dan tak memberi izin buat aku

aku belajar dari semua yang mereka kasi ke aku
trus berusaha jadi yang mereka mau
walaupun terkadang   
aku buang jauh-jauh keinginan ku


Tapi aku yakin dan percaya... ini semua yang terbaik dari mereka


                                                                                                                     Yunita Afrida


Senin, 20 Januari 2014

Hikmah yang terindah ialah do'a

Aku berdoa agar diberikan kekuatan…
Namun, Allah memberikanku cobaan agar aku kuat menghadapinya..

Aku berdoa agar diberikan kebijaksanaan..
Namun, Allah memberikanku masalah agar aku mampu memecahkannya.....

Aku berdoa agar diberikan kecerdasan…
Namun, Allah memberikanku otak dan pikiran agar aku dapat belajar dari-Nya..

Aku berdoa agar diberikan keberanian…
Namun, Allah memberikanku marabahaya agar aku mampu menghadapinya..

Aku berdoa agar diberikan cinta dan kasih sayang…
Namun, Allah memberikanku orang-orang yang luka hatinya agar aku dapat berbagi dengannya..

Aku berdoa agar diberikan kebahagiaan…
Namun, Allah memberikanku pintu kesempatan agar aku dapat memanfaatkannya..

Aku tak menerima semua yang kupinta..Namun, aku mendapatkan semua yang
kuperlukan..

Semoga, jalan yang kita lalui ini, akan semakin terang dengan cahaya Allah, kemanapun kita kan melangkah.Dan, aku berdoa, semoga langkah-langkah ini tak keliru mengambil jalan selain jalan-Nya..

Semoga, semua hasrat dalam hati, semua asa dalam jiwa kita, akan selalu damai, akan selalu penuh kesejukan. Semoga, Allah melimpahkan
kebahagiaan dalam apapun yang kita lakukan.

Aamiin yaa Rabbal'Aalamiin

" UNTUK SESEORANG YANG ADA DI HATIKU "

Untuk seseorang yang Selalu ada di hatiku Maafkan aku Jika aku tak memberimu kabar..

Maafkan aku Jika aku tak memberimu kata-kata seperti Anak zaman sekarang.....

Maafkan aku..

Jika aku tidak memberikan Hadiah kepadamu Maafkan aku jika aku tidak mengajakmu jalan-jalan seperti muda-mudi sekarang Bukan karena aku tak bisaa..

Tetapi karena aku Tak ingin mengajakmu hubungan yang di larang ALLAH Aku tak ingin terjerumuskanmu kepada kemaksiatan Aku tak ingin membuatmu menyesal di kemudian hari..

Bukan aku Tak menyayangimu..

Justru karena aku sangat menyayangimu..

Karena aku tak ingin membuatmu menangis di kemudian hari..

Bukan aku tak mencintaimu..

Justru aku sangat mencintaimu, Dalam setiap Do'aku ku ucapkan Namamu kepada ALLAH, agar Ikatan Cinta kita bisa terjaga Suci..

Cukup aku mencintaimu dalam diamku..

Sampai pada waktunya yang telah di tentukan oleh ALLAH untukku dan untukmu..

karena itu Maafkanlah aku..

Minggu, 19 Januari 2014

Mahasiswa sebagai generasi perubahan

Sedikit pandangan dari sudut yang berbeda. Orang bilang, mahasiswa adalah agen perubahan, atau mungkin lebih sering kita dengar “Agent of Change”. Setujukah..?

Saya sendiri sebagai seorang mahasiswa merasa ada yang janggal dengan predikat itu. Menurut saya pribadi, agen perubahan bukan hanya ada di pundak-pundak si mahasiswa, tetapi di setiap insan yang mengaku mencintai, ingin membela dan ingin membangun ibu pertiwi ini.
Mungkin “Agen Perubahan” yang dipercayakan kepada mahasiswa bukan hanya sebuah predikat semata, melainkan ada harapan besar yang tersimpan didalamnya. Harapan untuk perubahan negeri yang semakin “tak terarah” ini. iya, tak terarah. Ini terlihat dari konstitusi yang semakin “dijauhi” oleh para pengayom negeri.
Kembali pada persoalan mahasiswa sebagai agen perubahan, ± 104 tahun yang lalu Indonesia menjadikan salah satu tanggal, yaitu tanggal 20 di bulan Mei kemarin sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Bangkit, dalam konteks ini merupakan sebuah kata sederhana yang begitu diharapkan pada negeri bernama Indonesia ini. sedangkan perubahan, merupakan pengharapan yang diletakkan pada pundak-pundak para muda-mudi Indonesia dengan ’title’ mahasiswa. Ada sinkronisasi rupanya disini.
Mahasiswa mungkin tak banyak menyadari bahwa mereka menjadi tumpuan ‘kebangkitan’ yang diharapkan negeri ini. terbukti perubahan yang mereka ciptakan tak hanya memiliki satu sisi saja, positif. Ada sisi lain yang terlihat lebih banyak ‘menggoda’ mahasiswa untuk disinggahi. Berdasarkan tinjauan saya, mahasiswa lebih dikenal sebagai ‘penyuara’. Ya, penyuara isi-isi kepala mereka. saya pribadi sebagai mahasiswa memandang ini sebagai kewajaran selama yang disuarakan adalah pembelaan terhadap yang benar, mungkin ini sebuah sikap antisipatif terhadap ke’dzalim’an stadium lanjut. Namun masih saja ada oknum-oknum yang berlebihan dalam menyuarakan sikap antisipatif mereka. Antisipatif tak harus anarkis kan..? saya sendiri sebagai seorang mahasiswa merasa resah dengan teori anarkisme yang dilambungkan atas nama mahasiswa. Mengapa harus anarkisme..?
Membaca tulisan diatas mungkin menimbulkan banyak tanya dalam benak Anda sebagai pembaca, terutama jika Anda mahasiswa. “Ya karena memang selama ini suara kami jarang didengar, atau bahkan tidak pernah, maka dari itu kami berbuat anarkis”. Itu mungkin satu klise alasan seorang mahasiswa menjawab pertanyaan saya diatas. Lalu bagaimana dengan realita..? bayangkan jika Anda pergi ke suatu tempat, dan akses yang Anda lalui untuk ke tempat tersebut terhalang oleh aksi unjuk rasa yang digelar oleh demonstran. Tak lama, sebagian dari Anda mungkin berfikir,“mahasiswa mana tuh yang demo..?”. Disini terlihat bahwa demo/unjuk rasa identik dengan keberadaan mahasiswa di dalamnya. Inikah image yang diharapkan dari seorang agen perubahan…?
Lantas bagaimana..? tidak semua kok mahasiswa anarkis..? banyak juga mahasiswa yang memang ‘lurus-lurus saja’, membawa perubahan untuk negeri ini, jangan hanya dilihat negatifnya, coba lihat positifnya..
Kalimat seperti diatas mungkin juga serupa dengan apa yang ada di benak Anda, para pembaca. Memang benar, banyak mahasiswa yang telah sukses ‘memenuhi janjinya’ sebagai agen perubahan. Tak sedikit dari mereka yang telah memajukan roda perekonomian dengan inovasi-inovasi yang mereka hadirkan. Siapapun bangga atas prestasi tersebut. Namun, inilah sesungguhnya masalahnya. Mahasiswa-mahasiswa yang seperti ini layaknya mutiara yang tertimbun, dan makin tertimbun oleh gerusan modernisasi. Kemana mereka..? seperti yang saya katakan tadi, banyak yang tak menyadari bahwa mereka dipercayakan sebagai agen perubahan dan ‘katrol pembangkit’ negeri ini.
Jumlah mahasiswa yang “lurus-lurus saja” lebih sedikit, sehingga kurang terlihat jika dibandingkan dengan mereka -mahasiswa yang anarkis. Tugas kita adalah menjadi bagian dari yang sedikit itu, walaupun menjadi mahasiswa yang “lurus-lurus saja” tidaklah mudah.
Marilah kita mahasiswa – mahasiswi Indonesia, mari kita capai predikat “The Real Agent of Change”, perubahan ada di tangan kita para pemikir-pemikir muda. Kita tidak hanya membuat orang tua atau kerabat bangga, tapi semuanya. Ya, semuanya. Mari majukan negeri yang masih memiliki harapan untuk bangkit ini. betul, negeri ini masih bisa bangkit.
Mungkin ini hanya sekedar tulisan, yang bisa saja hanya sekedar “lewat” di mata dan pikiran pembaca. Ini mungkin hanya sebuah kontribusi kecil yang bisa  saya sumbangkan melalui pemikiran saya, semoga kontribusi kecil ini bisa ikut menggerakkan nurani para mahasiswa/i untuk negeri yang sama-sama kita cintai ini.